Bahaya Bagi Kesehatan Jika Duduk Terlalu Lama

Bahaya Bagi Kesehatan Jika Duduk Terlalu Lama – Duduk terlalu lama bukan hanya “buruk” bagi tubuh, tapi juga bisa berbahaya. Bahkan menurut Dr. James Levine di situs kesehatan CheatSheet menyatakan kalau duduk terlalu lama dianggap sebagai “rokok baru”. Dr. James Levine sendiri adalah direktur di Mayo Clinic-Arizona State University Obesity Solutions Initiative.

Bahaya Bagi Kesehatan Jika Duduk Terlalu Lama

“Duduk jauh lebih berbahaya daripada merokok, membunuh lebih banyak orang melebihi HIV, lebih berbahaya daripada terjun payung. Kita menempatkan diri kita pada kematian.” Benar sekali, Anda tidak salah baca. Berikut ini adalah hal-hal yang akan terjadi pada tubuh Anda ketika Anda terlalu banyak duduk di kursi.

Bahaya Bagi Kesehatan Jika Duduk Terlalu Lama

Degenerasi otot

Ketika Anda duduk, otot perut menegang dan semakin keras, tapi ketika duduk, otot-otot tersebut tidak digunakan lagi, yang pada akhirnya mengarah pada pelemahan bagian tengah. Duduk juga mempengaruhi gera gerakan panggul dan kekuatan glutes. Duduk di kursi sepanjang hari akan membuat pinggul Anda ketat dengan tingkat yang lebih terbatas

Kerusakan organ

Lupakan dulu mengenai nyeri punggung, yang benar-benar harus Anda khawatirkan adalah pengaruh buruk duduk terhadap organ dalam. Ketika duduk terlalu lama, lemak yang terbakar oleh otot semakin sedikit dan aliran darah menjadi lebih lambat. Hal ini memungkinkan asam lemak bisa dengan mudah menyumbat jantung Anda.

Duduk telah dikaitkan dengan penyakit tekanan darah tinggi, naiknya kolesterol, dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, pankreas mungkin akan mengeluarkan insulin dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga bisa menyebabkan diabetes. Bahkan penelitian menunjukan bahwa duduk terlalu lama memiliki risiko yang lebih besar terhadap terbentuknya penyakit kanker usus, payudara, dan endometrium.

Peningkatan berat badan

Ini sangat jelas, duduk terlalu lama sudah pasti bisa mengakibatkan naiknya berat badan. Meskipun banyak orang yang percaya kalau duduk dalam waktu lama bisa memperindah pinggang. Namun orang gemuk ternyata menghabiskan waktu duduk lebih banyak daripada orang kurus, hingga 2,5 jam.

Kemampuan otak menurun

Ketika Anda duduk di meja Anda mungkin Anda berhasil menyelesaikan masalah-masalah kecil, mengatur jadwal, dan menggunakan banyak sekali pemikiran kritis. Menggerakan otot berarti memompa darah segar dan oksigen menuju otak, yang memicu peningkatan mood dan dan otak. Fungsi otak sebenarnya menurun ketika Anda tidak berpindah tempat dalam waktu lama.

Nyeri leher dan punggung

Salah satu gejala fisik yang paling umu terjadi adalah munculnya nyeri punggung dan leher. Posisi tubuh ketika Anda menerima telpon saat di meja kerja, atau kepala yang lebih kedepan saat menggunakan komputer menyebabkan regangan di tulang leher Anda yang menyebabkan ketegangan leher, nyeri lengan dan nyeri punggung.

Penelitian Terhadap Bahaya Duduk

Berdasarkan penemuan yang dipublikasikan di jurnal Annals of Internal Medicine, 24 persen dari orang-orang yang duduk terlalu lama cenderung mengalami kematian dan sisannya mengalami masalah kesehatan. Dalam penelitian tersebut tidak ditentukan batasan yang menjelaskan seberapa lama duduk yang dianggap terlalu lama, tapi jika duduk lebih dari 8 jam sehari, itu bisa dikaitkan dengan banyak sekali masalah kesehatan akibat duduk terlalu lama.

Penelitian juga mengungkap bahwa duduk terlalu lama dikaitkan dengan peningkatan kematian akibat serangan jantung hingga 18 persen, dan kematian akibat kanker hingga 17 persen. Duduk terlalu lama juga dikatikan dengan peningkatan diabetes tipe 2 hingga 91 persen. Dan 13 hingga 14 persen diketahui mampu meningkatkan risiko penyakit kanker dan masalah jantung.

Jika dilihat dari jenis kankernya, duduk terlalu lamat dihubungkan dengan risiko tinggi kematian akibat, kanker ovarium, kanker, kanker endometrium, kanker kolorektal (usus besar), kanker usus,  dan kanker payudara. Namun, hasil penelitian juga menunjukan jika olahraga teratur pada umumnya bisa mengurangi bahaya tersebut dibanding orang lain yang tidak pernah berolahraga sama sekali.

Tapi olahraga tidak benar-benar melawan bahaya tersebut, yaitu bahaya akibat duduk terlalu lama. Sebagai contoh, orang yang duduk dalam waktu lama, tapi juga menjalani olahraga, kurang dari sepertiganya jauh dari risiko kematian akibat duduk terlalu lama daripada orang-orang yang tidak berolahraga.

Tinggalkan Komentar